LOMPAT JAUH GAYA MENGGANTUNG

Lentera

Penulis: Asma’i Funakhasi, S.Pd.

A. Olahraga Atletik Lompat Jauh

Lompat jauh adalah cabang olahraga atletik di mana atlet mengkombinasikan kecepatan, kekuatan, dan kelincahan untuk melemparkan dirinya dari papan tolakan.

           Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya. Pelompat harus dapat mempertahankan sikap melayang selama mungkin di udara hingga ke pendaratan. Lompat jauh biasanya membutuhkan fasilitas seperti bak lompat jauh berisi pasir, lintasan lari, papan tolakan, dan tempat pendaratan. Lintasan untuk lari awalan panjang 30-40 m dan lebar 1,22 m harus rata serta tidak licin. Panjang papan tolakan 1,22 m, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm. Papan tolakan harus dicat putih dan harus rata dengan tanah serta ditanam sekurangkurangnya 1 m dari depan bak pasir pendaratan. Lebar tempat pendaratan minimum 1,22 m. Jarak garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m. Permukaan tempat mendarat harus sama tinggi atau datar dengan sisi atas papan tolakan.

Gambar 1. Bak Lompat Jauh
https://pixabay.com/

B. Analisis Keterampilan Gerak Lompat Jauh Gaya Jongkok

Disebut lompat jauh gaya menggantung karena gerak dan posisi badan atlet ketika berada di udara menyerupai orang yang sedang menggantung atau melenting ke belakang. Adapun tahapan atau teknik dasar lompat jauh sebagai berikut:

  1. Tahap Awalan
    • Berdiri pada jarak 20 – 25 m dari papan tolakan/bak pasir.
    • Berlari cepat mulai dari awal hingga pada saat langkah-langkah akhir
    • Gerakan langkah diperpanjang tanpa mengurangi kecepatan lari untuk persiapan melakukan tolakan.
Gambar 2. Tahap awalan
https://www.pustakamadani.co

Kesalahan yang sering terjadi ketika lari awalan lompat jauh adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesagesa, lari tidak dengan kecepatan maksimal, lari belok-belok, mengubah kecepatan lari, menjelang balok tumpuan kecepatan dikurangi, kaki/ badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

2. Tahap Tolakan

  • Tolakan harus dilakukan tepat pada papan tolakan dengan menggunakan satu kaki yang terkuat.
  • Tumpuan tolakan menggunakan ujung telapak kaki dengan menghentak tanah, lutut sedikit dibengkokkan dengan pinggang sedikit ke depan serta kaki mengayun ke depan.
  • Tolakan harus kuat dan cepat saat titik pusat gravitasi melewati kaki.
  • Kedua lengan diayunkan ke depan untuk menjaga keseimbangan.
  • Pandangan mengarah pada tempat pendaratan dalam tolakan.
Gambar 2. Tahap awalan
https://www.pustakamadani.com/

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan tolakan lompat jauh adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, menumpu melebihi balok tumpu, menumpu dengan dua kaki, menumpu tidak dengan kaki yang terkuat, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

3. Tahap sikap saat melayang di udara

  • Posisi badan melenting dengan pandangan ke atas.
  • Kedua lengan atau tangan lurus keatas seperti posisi tangan menggantung.
  • Kedua tungkai dalam posisi menggantung, kaki diayunkan kedepan.
  • Jaga keseimbangan tubuh
  • Diusahakan selama-lamanya diudara
Gambar 4. Sikap melayang di udara
https://www.pustakamadani.com/

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan lompat jauh gaya jongkok adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, tergesa-gesa, melayang terlalu tinggi, gayanya tidak jelas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

  1. Tahap Mendarat
  2. Kedua kaki diluruskan ke depan rapat, lutut agak ditekuk, dan telapak kaki mengarah ke pendaratan.
  3. Posisi badan dibawa ke depan, dan pandangan ke tempat pendaratan.
  4. Kedua lengan lurus ke depan dengan lutut agak dibengkokkan.
  5. Kedua kaki mendarat secara bersamaan dalam posisi seimbang dan mengeper.
Gambar 5. Tahap Mendarat
https://www.pustakamadani.com/

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan pendaratan lompat jauh adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, mendarat tidak dengan dua kaki, badan tidak terdorong ke depan setelah mendarat, setelah mendarat kembali ke balok tumpu melewati bak pasir, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

  1. Gerakan Lompat Jauh Secara Keseluruhan

Peserta didik melakukan gerakan lompat jauh secara keseluruhan mulai dari awalan (ancang-ancang), tolakan, sikap melayang di udara, dan mendarat.

Gambar 6. Rangkaian gerak lompat jauh
https://www.pustakamadani.com/

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan lompat jauh adalah sikap badan kaku, footwork lambat, tergesa-gesa, menolak melebihi balok tumpu, menolak dengan dua kaki, gerakan melayang tidak kombinasi ke depan dan ke atas, mendarat dengan satu kaki, dan tidak ada gerak lanjutannya. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan dari melakukan lompat jauh tersebut.

  1. Link Youtube Video Pembelajaran Lompat Jauh Gaya Menggantung

Untuk memperjelas penjelasan yang penulis paparkan diatas kami sertakan Link Youtube tentang bagaimana cara melakukan guling depan dari, Awalan, Tolakan, Melayang dan Pendaratan

Sumber dari konten penulis yang dipublikasikan melalui Youtbe : Asma’i AMT dengan alamat Sebagai Berikut:

DAFTAR PUSTAKA

  1. Sudrajat Wiradihardja dan Syarifudin. (2017). Buku Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA Kelas XI Kurikulum 2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Sudrajat Wiradihardja dan Syarifudin. (2017). Buku Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA Kelas XI Kurikulum 2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
  3. https://www.pustakamadani.com/2019/10/analisis-keterampilan-gerak-lompat-jauh.html/
Next Post

Gema Buana Dasa Solusi Hidup Sehat, Bebas Stunting

 SMA Negeri 10 Purworejo Gerakan Makan Buah Nasi Lauk Dan Sayur merupakan salah satu budaya yang diterapkan di SMA Negeri 10 Purworejo. Gerakan ini digagas dan dilaksanakan untuk mendukung kesehatan jasmani dan rohani semua peserta didik dan juga keluarga besar SMA Negeri 10 Purworejo.    Pembelajaran yang dilaksanakan selama 5 […]